
calling all brothers n sisters!
an event not to be missed!
especially to our new coming brothers n sisters in September 09!
c u there!!

an event not to be missed!
especially to our new coming brothers n sisters in September 09!
c u there!!
12 – 14 Jun 2009, Belfast
Alhamdulillah, jaulah ke Belfast oleh ikhwah Manchester dan Birmingham selepas berakhirnya peperiksaan akhir tahun memahatkan kenangan dan ukhuwah yang cukup bermakna. Terdiri daripada sembilan ikhwah, kami menerima layanan yang cukup mesra oleh penghuni Belfast. Jazakallahu khairan kepada tuan rumah, saudara Idris, Dr. Amin dan Ust Khalid di atas layanan yang memang terbaik.
Memancing di tengah lautan dan di atas fishing boat merupakan pengalaman yang cukup menarik. Sekitar dua jam memancing, kami hanya memperolehi sejumlah 30 ekor ikan mackerel sahaja (ikhwah Nottingham pernah mencecah angka 200 lebih ekor ikan). Pengalaman yang betul-betul menguji kesabaran. Walaubagaimanapun ianya cukup untuk dijadikan bahan jamu pada sesi BBQ keesokan harinya.
Keesokan hari, kami ke Giant Causeway, melihat keindahan bumi ciptaan Ilahi. Walaupun diselangi oleh rintik-rintik hujan, ianya tidak mematahkan semangat kami untuk terus merenung akan kebesaran Allah Taala. Terasa diri ini sangat kerdil melihat luasnya ciptaan Allah yang baru hanya menjangkau pancaindera kami.
Dalam perjalanan pulang ke kota Belfast, kami singgah di salah sebuah pantai di utara Belfast untuk berBBQ ikan hasil tangkapan semalam. Alhamdulillah, walaupun hujan lebat sepanjang perjalanan pulang, tetapi dengan kuasaNya tiada rintik hujan pun semasa kami berBBQ. Terasa sungguh nikmat memakan ikan segar hasil tangkapan sendiri.
Sepanjang jaulah kali ini, kami juga sempat berkenal-kenalan dengan penghuni Malaysia di sekitar Belfast (dijemput untuk memeriahkan majlis aqiqah empat keluarga – sedap makan kambing). Kami juga sempat menziarahi Dr Amin sekeluarga. Dapat bermain-main dengan Mish’al. Jazakallah atas sarapan pagi dan makan malam yang menyelerakan. Juga sempat menziarahi Ustaz Khalid sekeluarga. Jazakallah atas minum petang.
Semoga jaulah ke Belfast kali ini diberkati Allah Taala






Oleh Ina Mahardhika
Bismillah…
Hidup terus berjalan seiring dengan bertambahnya usia. Setiap dimensi kehidupan telah dan akan dilalui, yang kemudian akan bermuara pada kembalinya diri kepada Sang Pemilik Kehidupan.
Sedih, kesal, penat, bosan, marah, emosi dan sebagainya adalah sisi selain dari indahnya hidup. Ketika manusia mahu menikmati kesenangan hidup, maka dia pun harus berani menghadapi sisi lain dari kehidupan.
Adalah fitrah manusia, ketika Allah memberinya ujian maka perasaan kesal, marah, emosi, mudah mengeluh muncul dalam diri. Semua manusia akan merasakan hal yang sama, yang membezakan adalah sikap kita terhadap ujian perasaan tersebut.
Ada, bahkan mungkin banyak yang menjadikan marah dan emosi sebagai nakhoda dalam dirinya, mempermainkan naik turun keimanan, sehingga akan berkesudahan pada kesia-sian yang berkepanjangan dan kerugian yang banyak. Masalah tidak akan begitu saja berlalu dan selesai dengan emosi, marah dan keluhan. Di sisi lain, tidak akan ada amalan yang di dapat ketika hal tersebut menguasai diri. Jadi 2 kerugian yang akan diperoleh, masalah yang semakin rumit dan tenaga yang terbuang tidak menjadi amal.
Namun tidak sedikit yang menjadikan sabar dan syukur sebagai qawwan dalam dirinya dan menguasai ruhnya. Ia berusaha bersabar dan mencuba untuk terus bersabar dalam menunaikan amanah ujian dari Allah, hingga akhirnya ia akan mencapai pada titik klimaks kemenangan. Ya… Hakikatnya, ujian adalah amanah yang harus tertunaikan dan buahnya adalah kemenangan.
Hidup memang tidak mudah, tetapi kemudahan dapat dihidupkan. Kepenatan, kemarahan, turunnya kualiti ibadah dan kegersangan ruhiyah adalah titik klimaks dari kelalaian seorang hamba dalam menjalani ujian hidup. Matikan kelalaian itu dengan hati yang hidup dalam mewujudkan kemudahan hidup.
Berhentilah sejenak saudaraku… Berhentilah di sini…
Berhentilah di terminal ruhiyah, agar hati damai dan tenang terasa hingga tulang sum-sum.
Jangan pernah berhenti saudaraku… Untuk selalu dalam istiqamah.
Jangan pernah berhenti, untuk selalu bermunjat pada-Nya ketika kesibukan dan kepenatan hati telah menguasai diri…
Jangan pernah berhenti, untuk selalu memohon dan meminta pada-Nya ketika cita-cita telah sirna namun kemahuan masih menggunung.. .
Jangan pernah berhenti, untuk selalu memupuk semangat dan optimis ketika hati mulai rapuh dan patah, sampai Allah memberikan kemenangan.
Jangan pernah berhenti saudaraku… Untuk selalu melantunkan bait-bait doa meskipun di pejabat, jalan, sekolah, kampus, pasar, kendaraan, kereta, pesawat….dan di hati ini… Allah Maha Mendengar bisikan hati…
“Iman seorang mukmin akan nampak pada saat ia menghadapi ujian. Di saat ia tenggelam dalam berdoa, tapi ia belum melihat pengaruh apapun dari doanya. Ketika, ia tetap tidak merubah keinginan dan harapannya, meskipun sebab-sebab putus asa semakin kuat. Itu semua dilakukan seseorang kerana keyakinannya bahwa hanya Allah saja yang paling tahu apa yang lebih maslahat bagi dirinya. Ia yakin bahawa dengan ujian itu, Allah ingin melihat tingkatan kesabaran dan keimanannya. Ia yakin bahwa dengan keadaan itu, Allah menghendaki hatinya menjadi luruh dan pasrah kepada-Nya. Atau, boleh jadi melalui ujian itu, Allah menghendaki dirinya untuk lebih banyak lagi berdoa sehingga ia lebih dekat lagi dengan-Nya melalui doa-doanya. ” (Shaidul Khatir, 375). Begitulah nasihat dari Ibnul Jauzi.
Jangan pernah berhenti untuk selalu berusaha ikhlas dan tawadhu mengumpulkan butiran-butiran amal dalam setiap fasa-fasa hidup, kerana kelak ia yang akan menjadi kawan kita ketika menemui Rabb Semesta Alam..
Jangan pernah berhenti untuk selalu memohon pada-Nya kembali yang baik dan khusnul khatimah, kerana akhir yang baik adalah muara dari kasih sayang Allah.
Ya..jangan pernah berhenti untuk selalu berikhtiar, berdoa dan bersabar dalam menjalani hidup sebagai hamba Allah.
Allahua`lambisshawa ab…
Setitik hikmah dari samudera hikmah…
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum dear blog readers,
Alhamdulillah, team Bicara has come up with yet another great newsletter! Find our Bicara Jamadil Akhir 1430H uploaded in the box.net widget on the righthand side bar. If printed it will be easier to read. And yes, the online version will be here soon.. insyaAllah

Great things inside:
It would be great if you could read it and pass it out to others as well. May Allah reward you for even the smallest thing you do. Till then, may you find Allah in all things you do. wassalam
Al-Makir.. The Planner
“When those unbelievers were plotting against you to imprison you or to kill or expel you: they were plotting and Allah was plotting, but Allah is the Best of Planners” [alAnfal, 8:30]
Those who plotted against the just religion throughout history strove to distance people from it for their own selfish desires (e.g. greed of power, personal interests, and so on). In the Hereafter, they will be told:
“No, it was your scheming night and day when you commanded us to reject Allah and assign equals to Him.” [Saba', 34:33]
Yet there is a very important point that we need to remember here:
Those before them plotted, but all planning belongs to Allah. He knows what each self earns, and the unbelievers soon will know who has the Ultimate Abode. [ar-Ra‘d, 13:42]
As is related in the verse above, “all planning belongs to Allah.” Thus, against all of the unbelievers’ plots, Allah devises the best plan. Allah calls attention to the deadlock facing unbelievers:
They concocted their plots, but their plots were with Allah, even if they were such as to make the mountains vanish. [Ibrahim, 14:46]
As this verse relates, Allah protects all believers from these pl ots. This is very easy for Allah, Who turns all plots against His Messengers and believers into failures and makes unbelievers suffer the ensuing dire consequences, for
“… Allah is swifter at planning…” [Yunus, 10:21]
No doubt, Allah creates every incident with a purpose and for the ultimate good. He uses the unbelievers’ plots against believers to test them. He then extends His help to those servants who can discern the good and beauties in the events He creates, and turns all of these to their benefit.
Names of Allah, Harun Yahya :www.harunyahya.com
Mengelola waktu adalah masalah klasik yang selalu dihadapi oleh sesiapapun yang ingin selalu lebih produktif, efektif, sekaligus lebih efisyen. Sayangnya kita sering membuang waktu ketika membicarakan waktu. Waktu adalah komoditi yang abstrak. Ia akan terus berlalu dan tidak akan pernah kembali. Komitmen atas paradigma ini menunjukkan kualiti seseorang dalam menjalani kehidupannya. Kejayaan tidak pernah mengabaikan dimensi waktu. Dengan kata lain waktu menjadi salah satu parameter kejayaan atau nilai dari sesuatu.
Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya dan bekerja untuk kehidupan setelah kematian (Al-Hadits).
Pernahkah anda merasa sibuk sepanjang hari tetapi kemudian pulang dengan perasaan tidak mengerjakan apa-apa? Itulah yang dimaksud membuang waktu di mana anda melakukan sesuatu yang justru tidak ada atau sedikit maknanya dibanding waktu yang terpakai.
Idaratul waqt dikenal sebagai keupayaan mengelola waktu sehingga apa yang kita lakukan sekarang memiliki manfaat jangka panjang. Sekarang merupakan pelaburan kita di masa hadapan, kerana sekarang adalah sebahagian dari senario kehidupan masa hadapan yang kita buat atau kita pilih sendiri.
Menyimpan Waktu
Semua orang mendapat peruntukan 24 jam sehari. Namun terdapat hal menarik di atas kewujudan masa tersebut. Muncul dua paradigma tentang waktu. Paradigma Pertama yang mengatakan waktu adalah wang dan Paradigma Kedua menyimpulkan waktu adalah kehidupan. Pilihan seseorang atas salah satu paradigma tersebut akan menunjukkan misi, visi, serta aksi seseorang dalam mengisi waktu.
Sekiranya waktu adalah wang, secara logiknya ianya tidak logik, kenapa? Kerana waktu berbeza dengan wang secara wujud mahupun karakternya. Wang dapat ditabung, tetapi waktu tidak. Wang dapat dikembangkan jumlahnya, waktu tidak (24 jam per hari). Wang dapat dicari, waktu tidak. Paradigma kedua kelihatan lebih logik diterima akal. Kerana secara wujud dan karakternya waktu dan kehidupan adalah setara maknanya. Bila seseorang setuju dengan paradigma kedua, ia akan terdorong untuk selalu bertanggung jawab atas setiap waktu yang dilaluinya.
Demi waktu, sesungguhnya manusia itu dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal soleh , yang saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran. (QS. Al ‘Ashr: 1-3).
Dalam idaratul waqt kita harus mampu memerhatikan waktu yang terbuang. Ini sering disebutfaudha al waqt atau time wasters (membuang-buang waktu).
Read the rest of this entry »
Assalamualaikum wrm
Di kala musim exam…
(Untuk yang study depan laptop/computer) …
Mental sudah bersedia untuk study. Handouts/Notes + text books + test pad dah ade atas meja. Pen/pensil sudah bersiap siaga, tidak ketinggalan highlighter bermacam kaler. Beberapa perenggan sudah di baca dalam muka surat pertama. Tiba-tiba tanpa sedar kita buka internet browser kita, pantas kita click salah satu bookmark yang ada di browser kita, iaitu e-mail. Oh tiada new message. Di buka pula acc email lagi satu, tadi yahoo! kali ini MSN. Ada satu e-mail berserta link.. tengah-tengah tengok l(video) dari link tadi kita tersedar bahawa kita kene fokus dengan study yg baru kita mula tadi.. Maka kembali study dalam keadaan berhutang x habis tgk video..
Kali ini dah masuk page 3. Dalam-dalam nak masuk page 4 tu, terlompat masuk plak page ESPN soccernet, Rio ferdinand kata ‘we will bounce back’. Semalam tak tgk final champs league sbb esok ade exam (contoh je), so nak tgk highlight die, masuk plak footytube.. Arghh, habiskan lah video highlight match smalam ni, pastu kosentret balik study.. Habis video, sambung study balik..
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum dear readers,
Not going back home for summer? Searching for something fun and exciting to do?
Longing for family outdoor activities? Need something for the kids to have fun?
Search no more.. MAJLIS SYURA MUSLIMUN brings you:
Perkhemahan Musim Panas,
click on the poster for more info!
Di kala semua kita populasi pelajar di Manchester ini semakin hampir dengan peperiksaan akhir tahun yang sudah hampir tiba, segala macam aktiviti sampingan di kurangkan. Tumpuan hanya belajar dan belajar. Jiwa tidak tenang memikirkan waktu yang semakin suntuk dan banyak lagi buku teks atau nota yang belum dibaca dan dihadamkan. Ditambah pula lagi dengan tugasan-tugasan baru yang diberikan oleh pensyarah. Buku-buku bertimbun, tidur lewat malam, selalu makan di luar, bilik tidak dikemas, muka serabai, pakaian selekeh dan hidup yang berserabut gara-gara ingin skor atau elak dari gagal menjadikan jiwa kusut lagi tidak tenang. Ini baru peperiksaan dan belum lagi dalam peperangan.
Cuba bayangkan suasana dalam perang. Bagaimana agaknya kita? Tidak perlu bayang jauh yang kita ini tentera, bayangkan sahaja kita terperangkap dalam pertempuran dalam peperangan.
Kemudian lihat pula saudara kita di Gaza. Tanya orang-orang yang pergi sebagai sukarelawan di sana. Baca sahaja dari mana-mana blog mereka. Anda pasti kagum dengan semangat penduduk yang tenang meneruskan hidup dalam keadaan sebegitu teruk.
Apakah rahsianya ketenangan mereka?
Dalam peperangan, keteguhan hati merupakan satu asset yang sangat penting. Seorang ulama yang pernah menyertai jihad dalam menentang penjajah menceritakan yang apabila dalam peperangan kaki akan menggeletar, dada menjadi sesak, pemikiran menjadi kabut, perasaan bercampur baur, kesakitan dan kematian yang menyeksakan terbayang-bayang di mata dan kekuatan yang ada pada diri menjadi sia-sia akibat rasa takut.
33:10 ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan (mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam sangkaan yang bukan-bukan.
bismillah,
Assalamualaikum dear readers,
Alhamdulillah Team Bicara has managed to come up with an ONLINE VERSION OF BICARA! so now you can read it without having to print out. save time, save ink. how cool is that? waayyyy cool
just click on the picture below and have a splendid time reading~~
till then, may you find Allah in all things you do
wassalam
Approaching God with our hearts
No fear nor grief for whom He guides
His rope is strong and will never waver
His provision is there for all who are in need
In every place, at every time
Above you is The Glorious Caretaking Lord
In every place, at every time
You have a Lord who loves you and will never forget you
Do we know our Lord?
Do we see our Lords blessings?
Do we know our Lord?
Do we thank Him… or have we forgotten..
that His servants… we are
In His Dominion we exist for as long as He wills
And we call upon His bounty through prayer
And seek His favors through hope
For He is our refuge when difficulty strengthens its hold
In every place, at every time
Above you is a Gloriouscare Taking Lord
In every place, at every time
You have a Lord who loves and will never forget you
Do we know our Lord? Do we see our Lords blessings?
Do we know our Lord? Do we thank Him… or have we forgotten..
that His servants… we are
My heart is Allahs, My soul is Allahs
My wealth is Allahs
Source: Leeds Grand Mosque
In The Name of Allah The Most Beneficent The Most Merciful
All Praise is due to the Lord of all the Worlds. I testify that there is no God except Allah alone without partner and I testify that Muhammad is His slave and messenger (Pbuh) and his family.It is important to understand that the duties imposed by the Religion of Islam are directly related to a person’s ability and strength. Some people are capable of more than others and so there are concessions within Islam which allow for this difference of ability. The proof of this is that Allah, the Almighty says: Allah doesn’t burden any soul with more than it can bear. Each soul receives the reward for the good it has earned and is punished for the evil it has done (2:286). And Allah, the Almighty says: Allah puts no burden on anyone beyond what He has given him (65:7). So sincere fear of and obedience to Allah and sincere struggling for His sake is in accordance with the ability of each slave. Allah the Exalted says: And strive sincerely for His sake He has chosen you and has not burdened you with any difficulty in the religion (22:78).
Buat renungan bersama..
Syiar dan simbol seorang Islam ialah sujud kepada Allah. Sujud yang meninggikan hati. Sesungguhnya sujud muslim yang sejati kepada Allah itulah lambang ketinggian dan kemuliaan, syiar kemerdekaan dan enggan menuruti segala taghut.

“Sujud itu menundukkan dahi, tetapi
Memuliakan dan meninggikan muslim yg bertasbih padaNya
Si jahil menyangkanya belenggu ke atas hamba
tetapi sujudlah yang memusnahkan segala belenggu-belenggu itu
Padanya,semua makhluk akan tunduk kepada muslim yang sujud
Seluruh Alam takut kepada kata-kata dan perbuatannya
wajah dan seluruh anggotanya melekat di bumi
Tetapi ia menggoncangkan gunung-ganang
Meruntuhkan syirik dan was-was di dalam diri,
tetapi ia juga membangunkan generasi-generasi
Dalam diam, kerana hati ada perjalanan yang menundukkan bumi
lantaran kehebatan dan kebesaranNya
Sujudnya hanya kepada Allah, ia mengesakanNya, lalu mantap dan kuat
Menghapuskan setiap penzalim yang sombong
Barangsiapa menghayati sujud ini,
dia menikmati kepimpinan dan ketuanan di muka bumi, dengan keagungannya,
rahmat dan keindahannya“
-Abdul Wahab Azam-
Itulah sujud pembebasan. Seorang muslim itu dapat menghancurkan belenggu nafsunya dengannya lalu dia menjadi manusia yg merdeka. Manusia akan sentiasa menderita, kelam-kabut, bimbang dan sakit selagi mereka tidak sujud seperti sujud ini dan berpegang dengan akidah Islam ini.
Langkah Bermula